Om Semut

Write as a reminder

Saya Generasi 100 Rupiah

Daily - Insan Sutejo - 13 January 2021 - 134 Views

Saya Generasi 100 Rupiah

Ini cerita masa lalu, kalau gak salah tahun 1993, saat itu saya baru masuk Sekolah Dasar (SD), saya sekolah di Sukabumi, jarak dari rumah ke sekolah kurang lebih 2 KM, jaman itu jarang anak-anak sekolah bawa motor, semuanya jalan kaki, jadi fisik anak-anak jaman dulu lebih bugar dibandingkan anak-anak kaum milenial.

Ngomongin sekolah, pasti dapat bekal uang jajan ya, saya ingat waktu itu bawa uang koin Rp. 100. Saya bisa beli es lilin 4 buah, kebayang murahnya jajanan waktu itu dibandingkan sekarang, Dengan uang koin Rp. 100 saya bisa traktir teman saya jajan gorengan di kantin sekolah sampai kenyang. Terkadang kalau jajan sendiri masih ada kembalian Rp. 50.

Pokoknya masa itu sangatlah menyenangkan, lebih banyak permainan yang menggunakan fisik, seperti: main kelereng, karet gelang, soldah, petak umpet, kucing-kucingan, layangan, main gambar-gambaran. Yang menarik dari permainan gambar, kelerang dan karet gelang, kalau menang banyak hasilnya bisa dijual ke teman-teman sekolah. Hal yang jarang ditemui pada saat ini.

Untuk mainan pun tidak jauh berbeda, kami tidak membeli di toko mainan, tetapi buat sendiri mainannya, seperti : mobll-mobilan dari bambu atau papan bekas, rodanya dari sendal jepit bekas. Biasa kami main bersama-sama, pura-pura jadi tukang angkut pasir atau jadi kontraktor pembuat jalan, yang nantinya digunakan untuk jalan mobil-mobilan kami. mobilan-mobilan tersebut bukanlah mainan dari remot kontrol tetapi didorong atau ditarik dengan tali rapia.

Menyenangkan banget hidup pada masa kanak-kanak, tanpa beban hidup. Jajan pun murah hanya bermodalkan 100 rupiah dapat banyak. Apalagi kalau dikasih uang Rp. 5000 atau Rp. 10.000 rasanya seperti diulangtahunin.

Namun ketika tahun 1998, semuanya berubah, uang  100 rupiah hanya uang receh, untuk beli gorengan 1 saja ga dapat, itu semua karena krisis moneter (krismon) yang melanda Indonesia dan negera lainnya. Sedih juga digitnya makin banyak tapi nilai tukarnya menurun, sampai sekarang dan entah sampai kapan rupiah terus anjlok. 

#rupiah


profile
Insan Sutejo

Hello, I am very happy to be able to write on this blog, I was learning to write, because by learning we get more knowledge and

Read More ...